Foto ini didapatkan di daerah bandungan, sekitar beberapa bulan yang lalu, ketika ada acara bersama angakatan 2009. Ga terlalu suka sebenernya, tapi apa salahnya mencoba posting.
Tampilkan postingan dengan label fotografer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label fotografer. Tampilkan semua postingan
Rabu, 09 Mei 2012
Rabu, 25 April 2012
9 Kebohongan Toko Kamera
Fotografi adalah salah satu bidang seni yang paling banyak dipenuhi mitos dan “fakta” yang tidak pernah terbukti kebenarannya. Biasanya Anda mendengar mitos ini saat berada di toko kamera, meskipun hal ini tidak selalu salah penjual di toko. Seringkali mitos ini berawal dari produsen kamera untuk mendukung promosi tipe kamera baru yang akan dipasarkan, dan berangsur-angsur beberapa mitos berubah menjadi kebohongan.
Kebohongan ini bukan berarti penipuan. Kebanyakan memang bermula dari fakta, tetapi kemudian dibesar-besarkan atau ditutup-tutupi sebagian sehingga memberi dampak yang lebih kuat. Dalam artikel ini Anda dapat membaca 9 hal yang paling sering terdengar saat kita berkunjung ke toko kamera, dan alasan mengapa Anda perlu lebih skeptis mengenainya.
1. Megapixel = Kualitas
Ya, mari memulai dengan kebohongan yang paling populer, yaitu bahwa megapixel lebih tinggi, lebih baik. Megapixel adalah satuan resolusi sensor, dan memang nilai ini merupakan hal pertama yang disebut pada setiap spesifikasi kamera. Pada suatu masa, memang produsen saling mengadu nilai megapixel tertinggi. Namun, jika ada yang mengatakan, “Kamera ini lebih baik karena memiliki 14 megapixel, kamera itu hanya 12 megapixel” maka Anda perlu waspada.
Sebenarnya tidak salah jika dibilang megapixel memengaruhi kualitas, tetapi harus dalam skala besar. Megapixel mencakup luas sensor. Karena itu, untuk mendapatkan detail yang 2x lebih baik secara teori Anda membutuhkan nilai megapixel yang 4x lebih besar. Misal sebelumnya 10 megapixel, Anda membutuhkan 40 megapixel. Ini berlaku untuk kamera dengan tipe yang sekelas.
Jadi, apa memang Anda membutuhkan extra 2 megapixel pada foto Anda? Kemungkinan besar jawabannya “Tidak”. Kamera saku terkini rata-rata memiliki 12 megapixel, sementara DSLR memiliki 15 megapixel. Kedua nilai ini sudah sangat tinggi dan extra 2 megapixel tidak akan memberikan perbedaan yang
2. ISO 5000! ISO 10000!
Setelah melewati fasa “Perang Megapixel”, produsen kamera kini memasuki fasa “Perang ISO”. Ya, ISO, yang merupakan satuan sensitivitas kamera, didorong sampai batas-batas tidak masuk akal. Salvo pertama dimulai oleh Nikon dengan D3S yang dapat memotret sampai ISO 102.400, sekitar 32x lipat lebih tinggi dari kamera normal. Semakin ke sini, semakin banyak kamera saku yang menjanjikan pemotretan sampai ISO 3200 atau ISO 6400.
Kami tidak mengatakan bahwa ISO tinggi itu buruk. Pada saat gempa di Padang 2009 lalu, semua listrik mati sehingga banyak jurnalis yang merasakan manfaat ISO tinggi saat dokumentasi seperti pada foto ini. Tetapi, yang mereka gunakan adalah kamera puluhan juta rupiah. Pada kamera saku dengan harga 3 juta rupiah, kemungkinan besar kamera hanya dapat memotret secara efektif sampai ISO800. Memang Anda dapat mengubah ke angka yang lebih tinggi, tetapi bukan berarti kamera akan memberikan hasil bagus.
Sabtu, 21 April 2012
langkah beli kamera DSLR buat pemula
Membeli kamera DSLR baru itu akan
terasa sangat sulit, jika tidak tau langkah-langkahnya, apalagi buat pemula
seperti saya. Nah ini saya share, gimana langkah-langkahnya kalo mau beli
kamera DSLR. Saya juga seorang pemula, yang hanya belajar untuk memegang kamera
dengan tidak gemetar. Tetapi tidak salahnya jika apa yang saya alami untuk
dibagikan kepada orang lain.
Oke, kita mulai....
1.Bulatkan niat dan konsistensi
Memilih untuk membeli DSLR itu sebuah pilihan yang sulit sebenarnya untuk saya. Kenapa?Karena takut itu hanya kepantingan sesaat saja. Karena tidak dipungkiri juga, kamera DSLR sekarang menjadi tren yang menjamur di Indonesia.
Jadi, yang pertama harus dilakukan oleh seseorang yang pemula adalah, bulatkan niat dan konsistensi. Pastikan kamera DSLRmu akan dipakai secara kontinyu. Bukan 1-2 minggu saja dari awal pembelian.
2. Cari referensi
Hal ini perlu banget dilakukan, supaya kita tidak terjerumus ke arah yang salah. Coba cari di internet tentang produk yang kamu inginkan. Kalau kamu bukan orang yang masuk dalam kategori yang memburu tren, pasti sudah lumayan tau produk-produk kamera
Cari tau produk yang ingin kamu beli, dengan menanyakan di forum internet. Soalnya banyak banget yang membahas tentang berbagai macam kamera. Dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Atau tanya teman, saudara, pacar, atau kenalan lain yang sudah lumayan tau tentang dunia fotografi.
Bisa di cari di kaskus.us, fotografer.net, dll, kalo bingung cari aja di mbah google. Semua produsen pasti memberikan produk untuk pemula, seperti canon dengan EOS 1100D, 1000D, nikon D3100, sony dengan Alpha A300, pentax dengan pentax K- m atau olympus dengan E520dll.
Selasa, 17 April 2012
12 Kesalahan Fotografer Pemula & Amatir
gambar : http://yamanyabuper.blogspot.com/
Nih
kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan seorang fotgrafer amatir dan
pemula,,,
1. Baterai Habis
Kesalahan yang paling fatal itu biasanya
baterainya habis. Kesalahan ini mencapai tingkat 35,20%. Biasanya
fotografer kurang yang amatir, kurang memeperhatikan masalah ini, apalagi jika
kameranya belum dilengkapi BG(baterai Grip).
Biasanya nih, disebabkan kurang persiapan sebelum menggunakan kamera,
terus sering banyak melihat-lihat hasil jepretan, dan sering lupa menaruh di
dalam tas tanpa mematikan.
Kesalahan diatas
mungkin masih bisa di tangani dengan memasang BG(baterai grip). Dimana
fungsinya adalah menambahkan baterai cadangan dan memudanhkan memfoto dala
keadaan vertikal.
2. Gambar Kabur Kamera Goyang
Kesalahn berikutnya yang paling sering ditemuin pada fotgrafer
amatir yaitu kamera goyang sehingga gambarnya kabur. Presentase kesalahannya
mencapai 29,30%. Sungguh sangat sayang sekali jika kita seorang Candid
fotografer, dimana kita mengabadikan momen-momen yang butuh waktu cepat dan
singkat.
Tapi masih ada solusinya buat masalah itu. Belilah kamera yang ada
fasilitas IS atau VR. IS (image stabilizer) merupakan bawaan dari produsen
canoan, sedangkan Vr(vibration reduction) itu bawaan nikon. Jadi dengan fitur
itu, kesalahan nomer dua ini bisa sedikit terkurangi.
Langganan:
Postingan (Atom)



